Selasa, 23 Desember 2014

LilyPart II

Aku yang berdiri di belakang ayahku, menjadi heran. Siapa sebenarnya orang yang dibawah ayahku. Tiba-tiba terdengar suara ibu memanggil namaku, “wawan, kemari sebentar nak,” akupun segera menghampiri ibuku, “tolong bantu ibu nyiapin kue untuk tamu kita”. Sambil membantu ibu menyiapkan kue dan minuman, aku bertanya kepada ibuku, “bu, siapa orang itu ? kenapa dia terlihat aneh ?” ibuku menjawab, “dia adalah seorang paranormal, tadi sewaktu ayah menjemput ibu, ayah bercerita, ia menceritakan kepada rekan kerjanya tentang kejadian semalam yang terjadi kepada angela, lalu rekan kerja ayahmu menawarkan untuk dating kepada paranormal itu, aku dan ayah sepakat utnuk memanggil paranormal itu, karena ibu dan ayah yakin kejadian semalam adalah kejadian yang ada sangkutannya dengan roh halus”, akupun bertanya kembali kepada ibuku, “haa ? ohh, tapi …” “sudah-sudah, ayo cepat di bawah kuenya ke depan” sela ibuku.
Sambil berjalan kea rah ruang tamu dengan membawa kue dan minuman, tiba-tiba aku berpikir tentang Lily, dengan spontan ku serahkan Baki tersebut ke ibuku, dan berlari menuju kamarku di lantai 2. Dengan napas yang tergesa-gesa, mataku mencari keberadaan lily. Namun, aku tak menemukan lily dimana mana. Sepintas muncul dipikiranku tentang adikku angela. Aku segera berlari turun ke kamar adikku. Saat ku buka pintunya, kulihat lily sedang memperhatikan angela yang sedang tertidur. Aku segera dating disamping adikku, dank u suruh lily untuk pergi, namun ia tidak mau pergi. Tiba-tiba adikku terbangun dan muncul sesosok perempuan dari langit-langit kamar angela, perempuan itu memakai gaun berwarna merah, rambutnya yang panjang,dan bandul bewarna putih dan terdapat bunga lily di bandul tersebutt,  mukanya yang sangat menakutkan sampai-sampai akupun tak kuat untuk menatap wajahnya yang seram. Adikku menjadi pingsan, tiba-tiba mulut dan badanku tak bisa bergerak, seluruh badanku menjadi kaku, matakupun tak bisa untuk berkedip. Perempuan itu datang di hadapanku dan metapku, aku yang sangat ketakutan hanya bisa pasrah. Tibaa-tiba lily menarik tangan wanita itu, dan menghilang di balik tembok kamar. Setelah mereka pergi aku ikut pingsan di samping adikku.
Saat aku bangun angela, ayah, ibu, dan paranormal itu berada di dekatku. Ibuku segera memberikan air minum, dan bertanya kepadaku, “ada apa, wan ? apa yang terjadi ?”. perasaanku masih bingung dan takut. Aku tidak menjawab pertanyaan ibuku, aku hanya bertanya di dalam hati “siapa sebenarnya kamu lily ? siapa wanita itu ?”
Setelah aku terbangun, paranormal itu pamit kepada ayahku, dan berkata “nanti sebentar malam, pada jam 00.00 wita, ku akan datang kemari dan melakukan ritual pengusir setan. Jadi bapak tenang saja, kita pasti akan mengusir setan itu”. Kata paranormal itu kepada ayahku sambil berjalan keluar kamar angela.
Saat makan malam, tepatnya pada pukul 20.30 wita. Ayah dan ibu sepakat untuk malam ini kami akan tidur di ruang keluarga untuk berjaga-jaga. Jangan sampai terjadi sesuatu pada kami lagi malam ini.
Kami sekeluarga mengeluarkan kasur, selimut, dan bantal untuk persiapan tidur di ruang keluarga. Sambil menunggu pukul 00.00 wita, aku dan ayahku berbincang banyak tentang kampusku dan kerjaannya di kantornya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah kami. Ternyata itu adalah paranormal yang tadi siang. Ayah segera membuka pintu, dan membawa paranormal itu untuk berkeliling rumah kami. Paranormal itu membawa tas kain yang di pikulnya di pundak kanannya, dan memegang seekor ayam jantan hitam di tangan kirinya, ia berpakaian serba hitam. Kayaknya dia telah siap untuk melakukan ritulanya.
Paranormal itu memilih lantai 2 di Kamarku untuk melakukan ritual, menurutnya tempat itulah yang sangat kuat aura negatifnya. Selang beberapa saat paranormal itu memulai ritualnya, semntara aku menemani angela dan ibuku di ruang keluarga di lantai 1, sementara ayahku menemani paranormal itu melakukan ritual.
Setelah satu jam melakukan ritual, rumah kami terasa sangat aneh, prabot rumah berjatuhan, pas foto jatuh dari dinding, suara-suara aneh terdengar, bayangan aneh tiba-tiba  muncul dan menghilang. Aku, ibu dan angela menjadi sangat takut akan hal itu. Untuk berjaga-jaga aku segera mengirim pesan suara kepada temanku yang rumahnya tidak jauh dari rumah kami, untuk meminta pertolongan Via BBM. (jo, tolong saya, rumahku sedang diserang mahkluk halus, rumahku berantakan.tolong saya jo, sekarang).
Suasana rumah menjadi panik, terdegar dari lantai 2 suara teriakan seorang wanita, lalu erdegar suara hentakan yang sangat keras, tidak lama kemudian, terlihat paranormal itu berlari keluar rumah, aku yang kaget menghadang paranormal itu dan bertanya pa yang terjadi, “mana ayahku ?” apa yang terjadi ?”, paranormal itu hanya menunjuk ke arah kamarku dan berlari dengan cepat. Aku segera menuju kamarku untuk melihat ayahku, sementara angela dan ibuku aku menyuruh meraka untuk sembunyi di dalam lemari. Namun, saat menaiki tang a, aku melihat wanita itu lagi, ia menghadangku dengan wajah yang lebih meyeramkan, aku berusaha lewat namun selalu jatuh saat mendekati wanita tersebut, sepintas aku melihat ayahku yang sudah tergeletak pingsan dengan darah di mulutnya. Tiba-tiba badanku kembali mati rasa, dan ku rasakan sesuatu menabrakku dengan keras dari arah belakang. Setelah itu aku merasa seperti sedang bermimpi disebuah halaman rumah,tepatnya adalah halaman rumah kami. Aku mendekati rumah, dan melihat .lyli yang sedang asyik bermain dengan wanita yang kulihat di rumahku, lalu mereka spontan masuk rumah, tidak lama kemudian terlihat sebuah mobil box datang ke rumah itu, empat orang pria keluar dari mobil tersebut degan membawa celurit dan shotgun. Aku berlari masuk ke dalam rumah untuk menolong mereka, namun aku tak bisa menyentuh satupun dari mereka. Di depan mataku lily dan wanita itu yang ternyata adalah ibunya, tewas di bunuh dengan sadis. Setelah di bunuh, tubuh mereka di mulitasi dan di masukkan kedalam kaarung dan di kubur di dalam kamar, (yang sekarang menjadi kamar angela). Setelah menguburkan lily dan ibunya, para pria tersebut mengambil seluruh perabot rumah dan membawanya ke mobil.
Sementara itu di dalam rumahku yang dalam keadaan panik dan ketakutan, tiba-tiba jonathan datang beserta seorang ustadz dan beberapa warga datang ke rumahku, mereka mendobrak pintu rumah kami yang terkunci, entah siapa yang menguncinya. Ketika ustadz tersebut masuk, ustadz tersebut langsung ke depanku yang sedang mengamuk kesurupan. Pak ustadz segera menbacakan ayat-ayat suci al-quran sambil memegan kepalaku. Sementara jonathan dan para warga lainnya segera menolong ayahku yang tidak sadarkan diri, dan menolong angela dan ibuku. Ayahku segera di larikan ke rumah sakit. Sementara tubuhku yang di rasuki mahkluk malus, masih bertarung melawan pak ustadz. Setelah pertarungan sengit antara tubuhku dan pak uztadz. Akhirnya pak uztadz berhasil mengusir mahkluk itu dari dalam tubuhku. Tidak lama kemudian aku terbangun dengan badan yang luka-luka dan memar di sekujur tubuhku. Aku bangun dan melihat banyak warga di rumahku. Aku segera ke kamar angela dan meminta beberapa orang untuk membongkar lantai kamar angela. Dan ternyata benar. Tubuh lily dan ibunya berada di kamar tersebut, wargapun segera mengeluarkannya untuk di makamkan secara benar dan menurut Islam.
Setelah kejadian itu, aku dan semua keluargaku tinggal di rumah sakit untuk menemani ayahku yang sedang koma Karena kejadian itu. Di rumah sakit aku masih memikirkan lily, karena penasaran aku kembali ke rumah sendirian. Saat membuka pintu rumahku yang terpasang garis polisi, aku melihat lily dan ibunya yang menatapku dengan tersenyum bahagia, seakan mereka ingin berterima kasih kepadaku, akupun membalas dengan tersenyum ke arah mereka. Lily dan ibunya secara perlahan menghilang di dalam sebuah cahaya, aku hanya menatap mereka dengan senyuman.
Ayahkupun sembuh dan kami kembali ke rumah kami, dan kejadian aneh ataupun penampakan dari mahkluk halus lain, tidak terlihat lagi.
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar